Blog From Author

cara kreatif UBER menghadapi persaingan

Suatu petang pesawat dari Jogjakarta mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, dibandingkan bandara Soetta relative lebih dekat ke rumah yang kalau pakai Taxi Argo +/- 65ribu. Dua unit smartphone segera beraksi, satu buka Grab dan satu lagi buka Uber, saat Grab masih belum nyantol, ternyata Uber lebih sigap menyambar order dengan tarif mencengangkan, 27ribu only.. WOW!!..
https://www.facebook.com/DMarketingC/
Masuklah kedalam mobil Ertiga yang masih baru gres disambut pak supir yang sangat ramah.. Dalam perjalanan menggunakan taxi berbasis Mobile Apps ini interview pun selalu terjadi untuk keperluan update materi Digital Marketing.
Ternyata angka 27ribu yang mencengangkan itu adalah menu baru yg berjudul ‘pool’, koq bisa murah banget begini ya Pak?
Ntah untuk kali ke berapa, driver Uber ini dgn sabar melakukan product knowledge kepada customer2nya.
‘Kalau Bapak pilih menu ‘pool’ dengan satu penumpang memang murah Pak, tapi jika ada order yang searah dengan rute tujuan Bapak, maka pihak Uber berhak menambahkan satu penumpang lagi”
“Oooh.. system angkot ya Pak?” kata saya terkagum dengan kreativitas si Uber.
“Iya Pak, jadi ada system ‘pool’ ada pula system ‘private’, kalau pilih ‘private’ memang lebih mahal +/- 40ribu tapi hanya mengantar Bapak sampai tujuan”
Terlepas dari plus/minus menu ‘pool’ tersebut, namun upaya kreativitas penciptaan menu baru itu jelas butuh dukungan system dan technology yang sangat cerdas, dan mereka yang memiliki keunggulan system dan technology cerdas lah yang diyakini akan memimpin persaingan.