Blog From Author

"BERHARAP ATAU MEMUTUSKAN?"

Michael D. Hargrove menceritakan apa yg dilihatnya ketika ia menjemput seorg teman di bandara Portland.

Ketika menunggu, ada seorg pria menghampiri keluarga yg berdiri di dekat Michael. Pertama pria itu berkata kpd putranya, "Senang bertemu kembali denganmu, Nak. Aku kangen sekali."

Dijawab anaknya dgn tersenyum, "Aku juga Pa." Lalu memeluknya sambil berkata, "Papa mencintaimu."

Kemudian ia mengambil seorg gadis cilik dr gendongan mamanya, "Hallo bayi cantik!" Lalu menciumi dan memeluknya. Setelah bayi itu diberikan pd kakaknya, pria itu berkata, "Aku simpan yg terbaik sbg yg terakhir," sambil mencium isterinya dgn mesra lalu memandanginya dan tersenyum, "Aku sangat mencintaimu."

Michael heran krn biasanya pengantin baru saja yg mesra seperti itu. Ia bertanya brp lama pria itu pergi, mungkin ber-bulan2 lamanya. Ternyata hanya pergi dua hari. Michael bertanya lagi brp lama mrk menikah, dijawab dgn12 tahun. Dengan kagum Michael berkata, "Saya harap, pernikahan sy nanti msh mesra setelah 12 tahun." 
Pria itu memberi respons yg tak terduga, "Jangan berharap, tp buatlah keputusan"

Bandingkan:
"Saya berharap lbh kurus, sy berharap punya karir yg baik, sy berharap bs kuliah." 
Atau: 
"Saya memutuskan utk mengurangi berat badan, sy memutuskan utk membangun karir yg baik, sy memutuskan utk bisa kuliah."

Kata "berharap" seolah kita tdk punya kuasa atau tdk bisa mengontrol keadaan itu. "Memutuskan" berarti membuat perencanaan dan bertindak utk meraihnya.

Pada kenyataannya, banyak hal ada di bawah kuasa kita. Pernikahan yg sukses, karir yg cemerlang, anak2 yg sopan, adalah hasil dr sebuah keputusan.

"Aku Bukanlah Produk Dari Lingkunganku, Tetapi Aku Adalah Produk Dari Keputusanku" Stephen Covey